Jan
31
Filed Under (Current Affairs, Science, Travel, Uncategorized) by kiya-qyu on 31-01-2009

…………………………………

Kertas putih yang pudar Tertulis seribu kata

Dan kuungkap semua yg sedang kurasa

Dengarkanlah kata hatiku

Bahwa ku ingin untuk tetap disini

Tak perlu lah aku keliling dunia

Biarkan ku disini

Tak perlu lah aku keliling dunia

Karena tak mau jauh darimu

Dunia boleh tertawa Melihatku bahagia

Walau di tempat yg kau anggap tak biasa

Biarkanlah Aku bernyanyi

Berlari berputar menari di sini

Tak perlu lah keliling dunia

Karena kau di sini

Tak perlu lah Aku keliling dunia

Kau lah segalanya bagiku……… di dunia…..

by:Gita gutawa- Tak perlu lah keliling dunia

…………………………………………….

4,5 tahun sudah terlewati. Amanah telah selesai dijalankan dengan segenap pencurahan jiwa dan raga. Dengan menghadirkan hati di tiap episode kecil kehidupan. Saatnya kembali……

Terimakasih kawan-kawan, terimakasih saudara-saudariku………….

Insya allah stiap kenangan yang kita ukir bersama di bumi perjuangan itu tak kan pernah terhapus dari memori. Lembaran-lembaran senyum yang terkadang dihiasi duka terlalu indah untuk dilupakan.

Tak usah lah berharap waktu berulang, karena kenangan itu tak mungkin pula dapat terulang kembali. Hanya sekali seumur hidup. Dan Aku………. Tak pernah menyesal mengenal kalian semua…..

Semoga ukhuwah ini tak kan tetap terjaga. Allah yang menyatukan kita, dan semoga karena Allah sajalah kita berpisah

”ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dakwah di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah.

Abadikanlah kasih sayangnya, tunjukanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup.

Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu”

Sunday morning-7.03am.

Di hari pertama bulan kedua yang cerah

Semoga Allah kembali mempertemukan kita di forum yang lebih mulia

Amin………….

Dec
02
Filed Under (Uncategorized) by kiya-qyu on 02-12-2008

Banyak orang yang ingin diperhatikan, tak terkecuali saya….

Tapi, perhatian yang berlebih pun ternyata rasanya aneh juga. Kami memulainya hampir di waktu yang bersamaan: si kembar, kaka, mama dan saya sendiri. Dan mereka semua sudah menyelesaikannya….

SiKembar: my luvly twin sister. Persiapan yg dimulai sejak Juli 2007 dan akhirnya berakhir di Juni 2008.Alhamdulillah… diberi kesempatan untuk menemani kalian disaat saat genting… Selamat ya… adik-adikku tersayang….

Mom : dimulai sekitar awal 2008, KTI ini mungkin mudah, tapi tentu tidak untuk mama. Bolak-balik Tegal-Semarang membutuhkan waktu, uang dan pikiran yang tidak sedikit. Perjalanan yang melelahkan, dan mama berhasil menyelesaikannya tepat pada waktu yang sudah direncanakan. Berkesempatan mendampingi ujian KTI mama bener-bener moment yang tak terlupakan. Itulah dukungan terbaik yang mungkin bisa seorang anak berikan kepada ibundanya tercinta. Maaf kalo tika ga bisa banyak bantu mama…

But, I do love you, mom….. Selamat ya mah….

Sist : beberapa minggu sepertinya kita terpisah. Kadang memang ada saatnya kita butuh waktu untuk sendiri. Seperti tika, kaka juga memulai thesisnya sekitar setahun yang lalu. Perjuangan yang melelahkankan, kah?

Senin minggu kemarin akhirnya kaka berhasil mempertanggungjawabkan tulisannya di hadapan 3 dosennya. Then she graduate…. Menemani kaka melewati saat-saat bersejarahnya juga kenangan khusus yang tersimpan rapi di memory ini.

Selamat ya kakaku sayang…. I love you too

And then, only me who doesn’t finish it all yet. I still trying and triying. Give all the best effort that I could. Although my body getting worst and worst. I hope it still hold me till I finish this historical period of my life. Then I can join with all my family, back, in Tegal. My luvly home town…
May be it is not a beautiful city, only a little growing town. But, I store all my dreams there. Back to my wonderful amazing hometown. I wish I could finish it all as soon as I can

Sekarang, semua perhatian tertumpah hanya pada satu orang. Yups, It’s me. Perhatian berlebih yang belum pernah saya terima sebelumnya adalah satu bagian yang tidak mungkin terpisahkan dari perjuangan yang tidak seberapa ini. Karena mereka, saudara-saudari ku tercinta di belahan bumi lain sedang berjuang lebih keras dan berkorban lebih banyak demi tegaknya Islam di bumi Allah.
Semoga Allah merahmati kita semua
Amin….

Maaf membuat kalian semua khawatir…..

September 18th, 2008. 7.37 am

then me…………..

october 15th, 2008

Akhirnya perjuaNgAN keluaRgA kitA tahun ini ditutup dengaN senyum bAhagiA. semoga kebahAgiaAn ini terus berlAnjut…. dAn menjAdi baGiAn daRi keluARga kita selalu… setiAp wAKtu

december 2nd, 2008. 11.51 pm

Dec
02
Filed Under (friend) by kiya-qyu on 02-12-2008

Menangislah (a nasheed by Haris Shaffix)

Kau datang padaku, seperti biasa
Kusambut bahagia dengan tangan terbuka
Kau balas dengan senyum seadanya
Kutahu ada sesuatu yang berbeda

Kau coba berkedip, menahan tegar di ujung mata
Hingga kau pun tak kuasa
Berderailah Air mata
Dalam pelukku kau curahkan semua

Menangislah ……………………
Dibahuku kau berikan ku kepercayaan
Bahwa lara mu adalah haru biruku
Karena aku adalah sahabatmu

Menangislah………………………….
Karena manusia terlalu sombong tuk menangais
Lalu untuk apa air mata tlah tercipta?
Bukan hanya bahagia yang ada di dunia

Menangislah dibahuku
Kudisini untukmu
Menangislah dibahuku
Karena ku sahabatmu
Menangislah………

Hujan senja itu hanya turun sesaat, seperti tangisanmu. Mungkin ia hendak meredam suara gemuruh galau hatimu. Atau……. Ia pun turut menangis olehmu? Entahlah….

Dan deras kembali tumpah saat malam itu kau katakan semuanya. Seolah ia juga hendak menyimpan duka mendalam yang kau simpan sejak dulu. Hari ini kau keluarkan semua dan kulihat derai itu begitu deras tak terbendung. Mendung di parasmu tak kian berganti cerah. Dan lidah ini mendadak kelu, tak lagi lancar berucap. Pun ketika deraiku turut mengalir. Kami terdiam dalam istighfar

Kawan, begitu beratnya beban yang kau tanggung. Tak satupun yang kau bagikan padaku. Bahkan lebih dari 10 tahun kebersamaan kita, masih banyak hal yang tak kuketahui dari dirimu. Misteri itu akhirnya terungkap, lepas

Saudaraku, tak seorang pun mampu mengatasi semuanya sendiri. Layaknya sebuah bom waktu, kepedihan yang kau timbun sejak bertahun lalu kini meledak. Menghancurkan tiap semangat dan cinta cita mu. Nyaris tak berbekas menyisakan segenap ke-putus-asa-an dalam benakmu.

Tak ada yang salah, semua telah terjadi dan yakinlah bahwa setiap fase hidup yang kau lewati bertabur hikmah. Ia mengajarkan kesabaran, ketabahan, ketegaran, ketakwaan, keikhlasan dan semua nilai yang membuat tiap waktu yang kita lalui lebih bermakna.

Dan aku masih disini, mencoba memberikan tiap butir cinta yang telah ia berikan. Tetaplah disampingku sobat. Mari berjalan bersisian menatap optimis pada takdir, yang mungkin masih panjang, yang terbentang di depan kita. Serasa karpet merah yang terhampar.

Tetapi ia tidak lurus, ada banyak persimpangan. Jalan lurus itu bertabur duri dan kerikil tajam yang mampu menembus kulit tipis kita. Sedangkan lainnya bertabur emas dan permata tiruan yang kilaunya membutakan mata hati serta nurani.

Karena ku sahabatmu………………..
Wednesday, 11.57 pm
November 26th, 2008

Dec
02
Filed Under (friend) by kiya-qyu on 02-12-2008

Special dedicated for my lovely sister (3rd part)

Kami pun meninggalkan Wanita Tama dengan perasaan senang. Tiba-tiba kami merasa lapar dan memutuskan untuk menunaikan hak perut kami. Tapi…… kami kembali teringat bahwa bahkan kami tak punya uang lebih dari seribu di dompet kami masing-masing. Dan ‘bres…’ hujan turun melengkapi hari kami. Untunglah masih ada tabungan di ATM papi. Dan kami menembus hujan untuk kemudian berhendi di food fezt ”semacam tempat yang makan” (slogan yang aneh, saya pikir) di jakal. Olahan jamur dan segelas minuman panas menuntaskan sore kami. Suasana saat itu sangat mendukung kami untuk saling berukar kabar. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menemaninya ke Malioboro menemui mba tiwi mencari bahan untuk teman rika yang akan menikah, ‘belajar’, katanya.

Mungkin karena terlalu asik, kami tak sadar kalau langit sudah mulai gelap dan sesaat setelah kami membayar bon, hujan turus dengan sangat lebatnya. Baiklah…. Kami mulai menunggu.. Ternyata hujan tak kunjung reda, bahkan setelah saya beberapa kali memotret suasana sore itu. ‘wah.. Nangkanya menggoda banget,’ katanya tiba-tiba. Dan saat itu pula kamisaling berpandangan dan tersenyum demi mengingat seonggok nangka yang bersemayam di dalam tas kami masing-masing. Kami pun berbalik, duduk (lagi) dan membuka kresek hitam berisi nangka masak yang segera kami lahap. ‘untung bawa sangu………hehehe,’ kami terkekeh. Akhirnya hujan mereda – walaupun sebetulnya masih deras. Sampai di Shafina kami berpisah setelah berjanji bahwa saya akan segera menyusul setelah hujannya reda. Pukul 16.05

Setelah hujan reda sekitar pukul 16.45 saya bergegas pergi dan menuju asarama mahasiswi Robingah Prawoto. Dengan pakaian yang basah dan dari lutut kebawah termasuk kaos kaki saya akhirnya sampai juga. Brrr… dinginnya sore itu. Dan…..kami kembali melepas rindu.

Pukul 19.30 berangkat ke malioboro. Masih dengan pakaian yang basah (bukan lembab, ya) kali ini saya yang menyetir karena memang motor saya sudah tidak kencang lagi rem-nya. Hehehe… maklumlah… beberapa jenak kemudian, menyusuri 3 toko bahan yang berjarak agak berjauhan cukup membuat kaki saya berontak. Ah, lagi lagi kaka yang terlintas di benak saya. Setelah berpikir masak-masak kami membeli brokat putih dengan semburat pink yang cantik lengkap dengan saten-nya.

Pukul 21.00 kami bertolak dari malioboro tentu saja menuju warung kaki lima untuk menjawab lolongan perut. Ternyata… hampir 30 menit kami ngobrol ngalor-ngidul akhirnya selesai juga pesanan kami. Alhamdulillah….

Pukul 21.45 akhirnya kami kembali jua ke pondok. Tapi ternyata tidak bisa langsung istirahat karena ada kasus pelik yang harus kami diskusikan hingga larut…. Wow…. Begitu berat masalah ini, mungkin saya pun belum tentu kuat menanggungnya. Kepada saudari kami: pasrahkan semua pada Allah. Hanya Dia yang tau apa yang terbaik bagi kita dan ujian kesabaran tak akan pernah berhenti sampai disini.

Senin, 9 november 2008

Pukul 6 pagi, kami pun berpisah.

Sebuah kenangan indah di hari hari terakhir kebersamaan kami………

—THE END—

Dec
02
Filed Under (friend) by kiya-qyu on 02-12-2008

Special dedicated for my lovely sister (2nd part)

Dalam perjalanan —- kami sempat bimbang apakah akan ke bookfair atau mengikuti taujih ust anis matta di ambarukmo. Tapi, dalam kebingungan kami sempat berhenti dan membeli buah nangka yang terlihat sangat menggoda di pinggiran jalan timoho. Sebetulnya saya tidak pandai memilih, hanya saja yang saya cicipi adalah nangka paling manis yang ada disana, sehingga sepasang remaja terlihat sangat menyesal karena datang sesaat setelah kami. Alhamdulillah… lagi-lagi rejeki tak kemana perginya. Hihihi…

13.30 akhirnya motor itu kami istirahatkan dipelataran gedung wanita tama. Yeah… kami memilih Islamic Book Fair karena teman yang mengajak kami pun belum datang ke Ambarukmo. Menemani kawanku ini mencari buku psikologi bukanlah pekerjaan yang melelahkan. Kami memiliki tipe yang sama, melihat-mencari-membeli. Jika tak ada, ya sudah. Saya menekuri beberapa buku sirah nabawiyah yang dicetak dengan berbagai versi dari beberapa penerbit. Sebetulnya mana sih yang cukup baik untuk dijadikan referensi? Maka ketika saya menyapu rak-rak yang bergelantungan, pandangan saya terhenti pada buku sirah hardcover berwarna krem dari mardhiyah press (bukan promo lho…). ‘sepertinya bagus…’ pikir saya. Tapi demi melihat tampilannya yang tebal dan terkesan eksklusif saya hanya memegangnya sesaat dan meletakkannya kembali sambil melirik harganya (secara hanya tinggal 10 ribu yang ada di dompet plus beberapa keping uang logam). Wow… sedikit terkejut, saya tidak ingat betul, tapi yang jelas saya menyimpulkan bahwa itu sangat murah. Segera saya meninggalkan stan indiva dan menemaninya berburu ke stan selanjutnya. Akhirnya kami menemukan bukunya dan rika membayar dengan harga yang cukup murah, hanya 52rb untuk buku yang tebalnya sekitar 7cm. Wajahnya nampak sangat senang dan berkali-kali memandangi buku barunya itu. Ah, kami memang memiliki banyak kemiripan. Ekspresif. Keluar dari balai shinta kami menyusuri stan pakaian dan jilbab di selasar. Seperti biasa, tak ada yang menarik perhatian. Malahan saya teringat pada kakak yang biasanya dengannya saya pergi. Tentu untuk menemaninya membeli beberapa ‘daily needs-nya’. ‘kangen, ka…. Lagi apa ya kaka sekarang?’ tiba-tiba saja saya jadi merasa sangat rindu padanya. Semoga saja dia benar-benar telah merasa nyaman di jakarta, di paviliun barunya, bersama suaminya tercinta. doa tika selalu untuk kalian berdua. Sementara rika masih sibuk memilih-milih jilbab coklat saya lebih memilih fokus mencari tempat duduk. Bukan main lelahnya. Lagi-lagi karena kemiripan kami, dia pun segera memutuskan pilihannya dan membayar. ‘hah…? uangku habis, tik,’ katanya. Tapi kami tetap berjalan

Sekitar 14.00 memasuki balai utari.. Terpaku di stan KNRP… Masya Allah… begitukan keadaan disana? Begitu mengerikan. Sebaliknya, kawan saya tampak asik membolak-balik buku yang ternyata adalah buku mode baju-baju pengantin. Ketika dia mengutarakan maksudnya membeli, saya memberinya sebuah solusi nyleneh. ‘kita foto aja rik, kan bawa kamera di tas…..’ dan seketika itu juga kami tersenyum usil dan mulai memotret hampir setiap halaman. pembajakan nih, jangan ditiru yah. Fiuh… ternyata tebal juga bukunya. Jadilah kami kelelahan membungkuk memotret model demi model. Biarlah, yang penting murah. Kami pun mulai menyusuri stan yang lain. Lagi-lagi, entah mengapa pandangan saya kembali terpaku pada buku sirah yang tadi saya lihat. Sebelumnya di stan lain buku itu dijual seharga 88rb dan ternyata di stan ini lebih murah, 82rb. Saya heran… saya perhatikan buku di genggaman saya baik-baik. Sepertinya ini buku yang sama seperti yang ada di stan indiva. Tapi mengapa harganya jauh berbeda. Melihat saya yang tertegun, rika pun bertanya. Akhirnya kami memutuskan untuk menuntaskan rasa penasaran kami dengan kembali ke stan indiva. Dan benarlah dugaan saya, tiga buah buku yang sama persis. Plek jiplek. Asli… dan harganya berapa? Ternyata 47.500. Saya sampai bertanya pada penjaga untuk meyakinkan. Dan atas sedikit bujuk rayu rika, saya memutuskan untuk membeli. Tapi… di dompet saya hanya ada 10rb. ‘aku ada 38rb di jaket, mau?’ katanya. Segera kami menuju kasir dan mengosongkan dompet kami. Hanya tinggal uang receh di dompet saya sekarang. Fiuh…. Akhirnya saya punya sirah setelah sirah sebelumnya diboyong Dimas ke pondoknya di kuningan. Ga sopan memang…

To be continue…….

Dec
02

Mungkin ga 24 jam sih, tapi 22 jam, eh 21 jam-an dink

Bersama merajut kembali memoar cita kami setelah 4 bulan terpisahkan oleh urusan kami masing-masing. Ups, lebih tepatnya urusan saya yang menyangkut segala hal tentang penelitian dan kelulusan.

Episode satu

Sabtu, 8 november 2008.

00.00. Tiba-tiba saja terbersit untuk silaturahim ke tempat kkn kami di desa selopamioro, imogiri, bantul. Nama ‘rika’ langsung melintas dan seketika itu juga saya mengiriminya pesan – sangat – singkat.

01.58. Sms diterima (nada playboy kabel). Asiiiiikkkk… rika bisa ikut kesana. Better dunks, daripada sendirian

Pagi.. Ba’da subuh. Melakukan rutinitas week end sambil merampungkan dua tulisan pendek tentang angin ‘segar’ kemarin sore dan ‘menyimpannya’ di diary virtual saya, multiply. Tiba-tiba saja ada sms masuk yang datang darinya yang intinya ajakan untuk berangkat ke selo jam 7 pagee. Wew.. Serta merta saya meninggalkan kompie hitam dan mempersiapkan semuanya. Khawatir video saya belum ter-upload dengan baik, kompie tetap saya biarkan dalam status online. Rasa-rasanya tergesa sekali pagi ini. Bukannya ini hari minggu ya? Yang bahkan kata isma barusan (via ym) ‘hari ini kan hari keluarga sedunia..’ yah… secara penduduk srunggo n kajor kulon pernah menjadi bagian hidup kami selama 2 bulan setahun yang lalu. So… mereka sudah kami anggap keluarga juga. Betul kan??

7.45 am menembus udara jogja pagi nan lembab. Hari minggu begini jarang yang mau keluar pagi. Kecuali memang ada niat jalan-jalan ke sun-mor alias suday morning. Hmmm… ngomong2 sun-mor saya menduga kalo hari ini sun-mor pasti sepi. Kan baru saja ada puting beliung. Mungkin saja jalan2 terganggu akibat bangkai-bangkai pohon yang berserakan di jalan.

8 am. Menunggu di shafina sebagai tempat tujuan kami sekaligus tempat penitipan motor, sejurus kemudian rika datang dan menjemput. Hmm… sarapan nasi kuning, berdua setelah berbulan-bulan bahkan kami tidak punya waktu untuk saling bertukar kabar, terasa sangat lezat. Alhamdulillah… selanjutnya kami langsung berangkat menuju lokasi tujuan yang berjarak sekitar satu jam. Tidak dekat memang, tapi tidak lagi terasa jauh. Entahlah…

10.25 kami sampai ditempat tujuan pertama ‘dusun srungo i’ tempat sub-unitnya bermukim setahun lalu. Tak banyak yang berubah sejak mei lalu. Segera aroma desa yang sejuk menyeruak masuk ke dalam otak yang memang sedang butuh penyegaran. Hanya ada bu dukuh, tak apa lah. Berkeliling rumah dan mendapati fauzi dan teman2nya sedang asik memanjat pohon jambu air yang terlihat sudah siap panen membuat kami medekat secepat kilat. ‘zi, aku gelem…’, sedikit berteriak demi menjangkau pendengaran fauzi yang berada di dahan teratas. Dan ‘pluk’ sebuah benda berwarna merah bersemu pink mendarat dengan selamat di telapak tangan saya. ‘slurp…’ tidak manis betul sih, tapi menyegarkan kerongkongan yang kering setalah hampir satu jam berada di atas motor. Setelah itu beberapa kali saya menerima kiriman jambu ‘fresh from the tree’ dan langsung melahapnya. Wew… suasana desa seperti inilah yang tidak pernah saya alami sewaktu kecil, kecuali memanjat pohon mangga bersama papi karena tuntutan karier (secara papi ga punya anak lelaki yang bisa diajak panjataan, jatuhlah pilihannya pada saya yang secara postur dianggap paling representatif). Selopamiro, sebuah desa yang berada di pinggiran selatan pulau jawa, memberikan sebuah film di memory saya tentang indah dan damainya kehidupan desa. Jalan setapaknya juga masih becek karena hujan. Sungguh bersahaja. Alhamdulillah…. Hikmah gagalnya kkn kami. Setelah itu kami mampir di rumah mbak sogirah, ternyata juga sedang tidak ada. Dan keadaannya pun tak berbeda ketika kami menyambangi rumah pak doso yang sangat sederhana. Untunglah mbok wo sudah kembali dari hutan, setidaknya kami sudah bertemu 2 dari beberpa orang yang ingin kami temui.

11.00 kami bertolak (halagh) dari srunggo dan menuju (mantan) pondokan saya yang ternyata masih tertempel stiker oranye khas kkn ugm. Si mbok sedang di luar dan terlihat cukup kaget melihat kedatangan kami. Simbah pun nampaknya sudah tak lagi mengingat saya, bliau memang sudah sangat renta. Sementara bapak, motornya ada di depan rumah mba eni. Mungkin beliau sedang menengok rumah anak pertamanya itu. Dan erna….. Sekitar 10 menit kemudian dia datang, baru pulang dari pengajian di sekolahnya. Anak kedua si mbok yang bergaya abg khas jogja… tapi terlihat sangat lugu – sudah saya anggap adik sendiri. Dan lagi-lagi… sepiring mangga arum manis yang harum terhidang di depan kami. Subhanallah… ternyata kami datang disaat yang tepat, tepat saat mangga arum manis si mbok berbuah. Yummy… sueger tuenann… emang rejeki ga bakal kemana. Mengobrol dengan si mbok, bapak dan erna tentang semua hal yang saat itu terlintas di benak kami. Dari teman kkn sampai kasus amrozi. Walhasil kami kekenyangan dan mengantuk. Hwehehehe… tapi kami tak berniat tidur atau kami terjebak hujan. Segera setelah sholat dzuhur kami berpamitan…

Senangnya masih memiliki sebuah keluarga di desa yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya. Keluarga yang hangat dan juga menganggap kami keluarganya. Indahnya berukhuwah….

To be continue…….

Dec
02

Some one told me, that:

Kita tak akan pernah siap kehilangan sesuatu yang kita anggap paling penting dan berarti

Dan waktu tak akan pernah mengajarkan kita untuk siap

Tapi waktu akan mengajarkan bagaimana kita akan terbiasa dengan itu

Sehingga kita tak harus marah dan bersedih hanya karena kehilangan dan ditinggalkan

Tapi, saat ini kita bukannya kehilangan. Kita hanya harus berpisah raga. Kebersamaan yang kita bangun sejak dulu tak mungkin lagi bisa terulang. Keceriaan dan kesedihan yang mewarnai hari-hari kita biarlah menjadi kenangan yang tersimpan indah dalam album memory ukhuwah penuh cinta di hati masing-masing.

De’ massive bilang:

Lupakan Aku…. Kembali padanya.. Aku bukan siapa-siapa untukmu…

Kucintaimu…… tak berarti bahwa kuharus memilikimu selamanya……

Saatnya kembali kawan…

Waktunya untuk berkarya di dunia nyata

Kepada mereka yang telah menunggumu

Kepada beliau yang begitu mencintaimu dengan segala jiwa raganya

Karena cinta kami tak berarti dibanding cintanya padamu

Karena empat tahun tak berarti apapun jika dibandingkan dengan delapan belas tahun

Tak usah ada air mata kesedihan

Tapi biarlah air mata kebahagiaan dan perjuangan itu mengalir

Butiran bening yang menggambarkan tekad kuat penuh keyakinan

Untuk tetap melanjutkan perjuangan yang telah mereka rintis

Perjuangan mulia para mujahid dan mujahidah

Jangan berhenti hanya sampai disini……

Akhir kebersamaan kita tak berarti apapun

Karena kau akan bertemu dengan kami disana

Mungkin ada sedikit perbedaan

Mungkin ada beberapa keanehan…

Tapi kau bukan lagi anak kecil yang menangisi perbedaan

Sherina said:

Mengapa bintang bersinar

Mengapa Air mengalir

Mengapa dunia berputar

Lihat sgalanya… lebih dekat….

Dan kau bisa menilai lebih bijaksana

Pun… mengapa saat ini kita harus berpisah

Lihatlah dengan hatimu

Dan kau akan mengerti, sobat

Seseorang pernah berkata bahwa

Anak kecil menghadapi rasa takut dengan menghindar, tapi

Seorang dewasa menghadapi rasa takut tekat mendekati dan menyelesaikannya

Itulah dirimu saudariku… seorang dewasa yang mampu melakoni setiap rancangan scenario Allah

Teruskan perjuangan by brother

Sekian lama kita bersama. Berkasih sayang bercinta sesama kita

Segala dugaan yang menimpa kita. Iman dan takwa menguatkan kita

Tiba masanya perpisahan kita. Kedatanganya mendebarkan jiwa

Reff: Kita hanya mampu untuk merancang

Tetapi allah yang menentukan

Teruskan perjuangan dan terus berkorban. Meskipun kita akan berjauhan

Teruskan perjuangan dan terus berkorban. Demi menegakkan islam

Manisnya ketika berjuang bersama

Kini semuanya tinggal kenangan

Tiada mungkin Akan berulang

Berpisah dimata di hati jangan

Moga perpisahan diredhai Tuhan

December 2nd, 2008. 5 pm

Aug
10
Filed Under (Religion) by kiya-qyu on 10-08-2008

      

Hari yang menyenangkan??
Sebenernya sih tiap hari juga menyenangkan, dan pastinya hari ini lebih
menyenangkan dari yang kemaren dan semoga besok lebih menyenangkan dari
hari ini.
Jogja….. suatu saat pasti saya akan benar-benar merindukan
saat mengarahkan motor dari masjid ke masjid. Mulai pagi di Mardiyah-
sore ke Masjid Kehutanan n Masjid Syuhada Malamnya…
Akankah waktu berulang….

 

Jogja
emang surganya para pencari ilmu. Banyak sekali ilmu yang ditawarkan
dan kita bebas memilih mana yang sesuai dengan waktu dan tentunya….
Anggaran kita. Dari yang gratis sampe yang ekskusif ada semua dengan
kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yang jelas… semuanya
menyenangkan.

   

Hari ini, inspiring dari Zahra, tetangga
fakultas. Waktu masuk Mardiyah dengan maksud review materi yang mau
diujikan, saya melihat seorang akhwat yang sedang asik menatap copy-an
materi ditangannya. Tak ada yang special hingga saya duduk sekitar satu
meter darinya dan melihat bahwa kaki kanananya dibalut perban coklat
dan ada sepasang krek disebelahnya. Perlu beberapa saat untuk mengenali
bahwa saya mengenalnya, Zahra ….?”
Dia menoleh dan tersenyum. Karena saya menyukai namanya maka bukan hal
sulit untuk membuka file nama-nama teman di memori saya. Baru saja
ingin menanyakan perihal kakinya itu, saya sudah harus masuk dan
mengerjakan ujian Fiqh. Melihat betapa sulitnya Zahra berdiri hingga harus dibantu beberapa akhwat saya merasa tersindir. Bagaimana mungkin saya yang masih sehat wal afiat bisa
menghabiskan seharian kemarin (sabtu.red) dengan bermalas-malasan
(tidak sepenuhnya sih) di rumah. Sedangkan Zahra dengan semangat datang
untuk mengikuti ujian semester III-nya.
Rabb, maafkan kelalaian hamba-Mu ini….
Jazakillah yaa ukhty sudah mengingatkan….

       

Selanjutnya,
saat jeda istirahat untuk sholat dzuhur, pooh sms. Ooowww jelas saya
kaget, ternyata dia hepatitis. Yah.. walopun emang lagi musim di UGM,
tapi kan dia baru aja balik dari tegal. Ko bisa ya?? Untunglah dari 10
soal Akhlaq yang diujikan, 4 nomer terakhir belum pernah diajarkan. So,
dipikir lama-lama juga ga bakalan nyampe otaknya mending langsung
kerjain aja trus kabur deh… tauk ah.
Udah ga focus juga, nganter fitri aja ke Panti Rapih. Yups, positif
Hepatitis. Well, dua orang sudah kawanku hari yang sakit. Lagi-lagi
kembali bersyukur atas ni’mat sehat dari-Nya.
Cepet sembuh ya Zahra… gunung kidul menunggu kedatanganmu…
cepet baikan ya Fit… time to show up. Do not step back!!!
wish u all the best ^__^

         

 
mencoba…..
Bersyukur dengan senantiasa memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan.
Bersyukur dengan memanfaatkan semua yang Allah berikan di jalan-Nya
Sebuah komitmen untuk sebuah cita-cita tertinggi. Amin

 

      

August 10th, 2008. 10.09 pm
Memasuki Ramadhan, saatnya persiapkah rukhiyah – fikriyah – jasadiyah
Welcome Ramadhan-ku…. ^__^

Aug
10
Filed Under (Travel) by kiya-qyu on 10-08-2008

Rabu, 2 Juli 08 

8.30 pm. Sampe
di Stasiun lempuyangan, kami bermaksud membeli tiket KA Gaya Baru Malam
menuju Surabaya. Tujuan kami sebenarnya Malang, tapi karena ga ada
kereta ekonomi yang langsung kesana, kami transit dulu disana. Well,
seperti biasa, bukan hal baru kalo terlambatnya
hanya 30 -60 menit. Tapi yang membuat kami tercengang, dan bahkan saya
bermaksud membatalkan perjalanan hari itu adalah ucapan mas penjaga
loket, “beli tiketnya nanti dulu ya,mba. Sekarang keretanya masih di
Purwokerto.”

 

“HAH????!!! Beneran mas? Trus sampe sini jam berapa?”

 

“ya… sekitar jam 2 an lah. Mba nya tunggu aja,” begitu kurang lebih jawab mas-nya…

 

Pias seketika… masa
harus nunggu di stasiun sampe jam2?? Yang bener aje?? Berdua doing? Ce
semua lagi.. haduh…. Pengen banget nelpon n minta dijemput, tapi
melihat betapa gigihnya partner jalan saya kali ini (pun dengan
dukungan bapaknya yang terlihat sangat pasrah menerima keadaan yang
amat tidak menguntungkan), saya mengurungkan niat itu dan menguatkan
hati untuk bertahan disana hingga sang kereta kencana (halah!!!) datang
mengangkut kami. Toh setidaknya kami bisa duduk santai di dalamnya…

 

Tapi, kenyataan berkata lain. Ketika saya kembali bertanya pada sang penjaga loket

 

“ntar penuh ga, mas?”

 

“iya
mba, penuh banget…” saya berharap dia segera tertawa dan mengatakan
kalo dia sedang bercanda. Tapi dia terlihat sangat yakin dan serius,
“ga bakalan dapet tempat duduk,mba… besok aja jam 7.30..”

 

GOD!!!!! Beneran neh??
PEngen banget segera pagi dan mendapati bahwa ini hanya mimpi. Dan
tentu saja itu tidak pernah terjadi karena disinilah saya sekarang.

 

Stasiun
sudah mulai sepi, bapak teman saya sudah pulang, “ke musholla aja
yuks,” ajaknya. Dan kesanalah kami melangkah beberapa detik kemudian.
Tapi…. “mba ini mau di kunci. Saya mau pulang.” Begitulah kata sang
penjaga dan kami langsung mengemasi barang-barang kami yang (untunglah)
tidak terlalu banyak lalu menuju kursi-kursi tunggu sepanjang rel.
Laper, ngantuk, cape, bingung, takut
dan pastinya dinginnya jogja kali itu benar-benar harus diperhitungkan.
Yang jelas, semakin malam anginnya semakin buanter tur atissssss tenan,
je….

 

Unbelievable moment!!!!!!!

 

Saat
itu hanya bisa berdoa dan mengembalikan semuanya ke niat awal. Bahkan
saat itu saya masih tidak percaya saya ada disana, di Stasiun, menunggu
kereta yang entah kapan akan datang menuju sebuah kota yang tidak
pernah saya datangi setelah lebih dari 9 tahun lalu. Kota yang sangat
asing tentunya….
"Hanya kepada-Mu kami memohon dan meminta pertolongan, yaa Rabb”

 

hari pun berganti………………
Kamis, 3 Juli 2008

 

2
a.m: belum ada tanda-tanda kereta akan datang. Dan bahkan kami sudah
didatangi sekitar 4 orang satpam berbadan kekar yang menyangka kami
gelandangan yang sedang numpang tidur di stasiun. PlissDEH!!!!!! Emang
ada yang mau ya tidur di tempat sedingin ini ???!!!!

 

2.20
a.m: Thanks, God. The train came…. Perang batin jelas!!!! Keretanya
penuh banget. Asli!!! Gimana mau masuk? Jalannya aja ga kliatan. Tapi,
kalo pulang sia-sia dunks kami nunggu disini… kesanalah kami melangkah.
Sebuah gerbong yang pintunya terlihat bisa dimasuki, tapi hanya
pintunya. Ga ada harapan masuk kedalam lebih jauh. Hufffhhhh…. Yah…
setidaknya kami sudah di kereta. Setelah berhenti cukup lama,

2.45 am Gaya Baru Malam akhirnya jalan .

 

“Mba,
ini keretanya yang rusak ato emang kaya gini?”tanya teman saya. Itulah
alasan utama saya berangkat dengannya malam ini. Teman saya itu
sangat-sangat lugu dan belum pernah naik kereta. Bagaimana mungkin dia
bisa sampai ke Batu, Malang dengan selamat, sendirian??? setelah dia
menceritakan niatnya kemarin siang, ketika saya sedang "asik"
nimbang-nimbang di lab, langsung saya batalkan travel yang sudah saya
pesan pagi itu.

 

Berkat kelihaian saya mencari space kosong, akhirnya kami berdua bisa duduk dengan (tidak) nyaman setelah berdiri beberapa jam dan memejamkan mata barang beberapa jenak. Alhamdulillah….

 

5.30 am. Ba’da subuh… Seketika itu juga otak saya berputar. Jam berapa ini sampai Surabaya? Jam
berapa sampai Malang? Pasti sore baru sampai. Kegiatan selanjutnya
adalah meng-sms semua teman atau kenalan yang berdomisili di Jawa Timur
untuk menanyakan stasiun terdekat menuju Malang. Ada banyak pesan dan
saran, tapi banyak juga yang sewot gara-gara saya Tanya mendadak.yah.. mana saya tau kalo bakal kaya gini??

 

6.30
am. Kami bisa melihat indahnya pagi dari kereta dan sejuknya angin
sawah dari pintu kereta. Dan disanalah kami turun, Stasiun Jombang.
Keputusan yang saya ambil demi sampai di tempat tujuan tepat waktu.
Kota yang sama sekali asing bagi kami berdua
“Bismillahirrahmaanirrahim…..
sekali dua kali kami menanyakan tempat untuk menunggu bis ke Malang.
Berjalan beberapa ratus meter lagi tidak ada artinya, sudah di Jombang.
Tinggal sedikit usaha lagi untuk sampai di Malang. SEMANGAT PAGI!!!!!

 

Kami
naik “Puspa Indah” sebuah bis kecil berwarna biru, dan lagi-lagi kami
harus berdiri. Toh, kami sudah terlatih sejak tadi malam. Berdiri
sebentar lagi tidak akan menambah lelah karena sepertinya kelelahan
kami sudah pol. H@!!!

 

Beruntung
ada seorang ibu yang turun dan memberikan kursinya pada teman saya,
selanjutnya kami bergantian duduk di kursi itu. Perut kami hanya
diganjal dengan roti yang kami bagi dua dan sepotong pia aren.

 

About
9.40 am teman saya turun di Batu karena itulah tempat tujuannya. Dia
akan disana sampai sebulah ke depan untuk Kerja Lapangan di Kusuma
Agro. Sebuah kawasan wisata agro. Dan saya masih harus melanjutkan
perjalanan sampai ke terminal Landungsari (bener ga ya?) terminal yang
asing juga bagi saya. Yang jelas, ini sudah di Malang tinggal mencari
angkot jurusan Gadang.
Well, Tanya juga ga da salahnya. Naiklah saya ke angkot biru
bertuliskan LG. satu jam selanjutnya saya berada di angkot itu menyusur
kota Malang. Akhirnya… setelah berjam-jam, saya menemukan tempat yang
saya kenali. Ruas-ruas jalan yang pernah saya lalui sebelumnya…
Terimakasih, Rabb…..

 

Selanjutnya
turun di stasiun Gadang (kalo stasiun ini saya sudah tau) dan berjalan
mencari angkot jurusan Dampit. Dan bahkan angkot-angkot di kota ini
sepertinya tidak rela meninggalkan terminal jika penumpangnya belum
overload, fiuh…. Terserah deh. Yang penting saya sampai

 

Setengah
jam kemudian, sekitar pukul 11 pagi saya turun dari angkot dan melihat
dua orang teman saya memasuki Gerbang bertuliskan Balai Penelitian
Tanaman Kacang dan Umbi-umbian Malang .

 

Langsung
saja saya menyeberang bersamaan dan memasuki gerbang yang benar-benar
saya rindukan sejak kemarin. Saat itu juga mereka menoleh dan tersenyum
pada saya “keto’e kesel banget tik??”

 

“Ya
iyalah!!!!!” tapi saya terlalu lelah untuk menceritakan detailnya pada
mereka. Saat itu saya benar-benar ingin istirahat….. dan makan
tentunya….

 

Hari-hari
selanjutnya saya habiskan di depan laptop dan berkutat dengan kedelai
berikut angka-angkanya selama kurang lebih 9 hari.

   

 Semoga semua itu tidak sia-sia

amin…..

sebuah peristiwa untuk memompa semangat yang kian kendur karena berbagai amanah….

August 7th, 2008
saat menerima sebuah pesan yang menggetarkan….

Jul
17
Filed Under (Uncategorized) by kiya-qyu on 17-07-2008

Kegiatan ini sih sebenernya kemaren.. awalnya hanya sekedar
simulasi untuk calon-calon pemandu, tapi ternyata jadi mirip program reality
show “Akhirnya Datang Juga”. Ada yang jadi korban (yang ga tau scenario), ada
yang jadi pemaen, ada juga juri n sutradaranya… saya sendiri hanya jadi juri. Yah…
namanya juga dan angkatan tua. Masa masih mo maenan?

Awalnya, agak kagok juga. Masih ketawa-ketawa waktu acting. Tapi
lama-lama sepertinya kami begitu menikmati dan semakin menghayati peran kami
masing-masing. Kemudian dengan mata kepala saya sendiri, saya menyaksikan
bagaimana seorang korban harus berpikir keras menghadapi sebuah scenario yang
tidak mereka ketahui sama sekali. Ada yang grogi, ada yang Cuma bilang “emm…
gitu ya… gitu?.. oo”, ada yang dengan cerdiknya memanfaatkan properties berupa
makanan n minuman, ada yang ngajak ‘adek-adeknya’ maen games untuk memecah
kebisuan, ada yang sampe bingung mo ngomong apa, ada yang malah jadi wireless
eh hopeless gitu deh. Pokokna asik punya. Salut sama 2 sodaraku yang udah
ngerancang acara ini. Bener-bener refreshing ditengah segala ‘keasyikan’ TA
yang kian menyenangkan.

Well, Watzzz an amazing moment !!!!  a beautiful memory that I will miss, one time
in my life, maybe some years later. When we are separated by distance an time…

Walaupun kita baru saja ber-akrab2 ria disana, tapi ukhuwah
ini membuat saya merasa telah mengenal kalian jauh lebih lama dari saat kita
bertemu pertama kali. terus berjuang saudara-saudaraku

sahabat sejatiku hilangkah dari ingatanmu.dihari kita saling berbagi .dengan
kotak sejuta mimpi .aku datang menghampirimu.tuk perlihatkan semua hartaku.kita
slalu berpendapat kita ini yang terhebat.kesombongan di mas muda yang indah.

aku raja kau pun raja.aku hitam kau pun hitam.arti teman itu lebih dari
sekedar materi.pegang pundakku, jangan pernah lepaskan.bila kumulai lelah, lelah
dan tak bersinar.

pegang sayapku jangan pernah lepaskan.bila kuingin terbang,terbang meninggalkanmu

tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini……. (SO7)

 

karena perjalanan ini adalah perjuangan.dan….

perjuangan dalam bentuk apapun selalu berat. Namun, perjuangan adalah
sungai bahagia yang beranak panjang. Hulunya adalah janji dan jaminan Allah. Hilirnya
adalah kemenangan dan peneguhan

maka siapapun yang bisa menjalaninya, Surga lah kembalinya

so, ke surga bareng yuks…..

 

luph-u-all-only-coz-Allah-July-17th-2008-10.58pm